Usai Tampil di MYKO, 3 Personil JSO Ini Bagikan Tips Bermain Musik Orkestra – MYKO HOTEL & Convention Center Makassar

Usai Tampil di MYKO, 3 Personil JSO Ini Bagikan Tips Bermain Musik Orkestra

Salah satu Orkestra terbaik di Indonesia, Jakarta Simfonia Orchestra (JSO), baru saja menggelar tur konsernya di Makassar pada Minggu kemarin, 1 Juli 2018. Grup Orkestra yang dipimpin oleh Conductor, Dr Stephen Tong ini berhasil memukau ribuan audiens yang hadir menyaksikan langsung pertunjukan JSO di MYKO Hotel & Conevention Center Makassar. JSO dalam tur konsernya di Makassar memboyong hampir 100-an personil pemusiknya dan paduan suara. Keberhasilan JSO mempertunjukkan kualitas instrumentalia musiknya tak lepas dari keterampilan para personilnya memainkan alat musik masing-masing. Dalam musik orkestra, skill dan perpaduan alat musik memang menjadi faktor penting guna menghasilkan harmonisasi alunan nada yang indah. Nah, berikut ini adalah tiga pemusik profesional JSO yang tak segan membagikan tips dan pengalamannya dalam memainkan alat musik orkestra.

1. Sarah Faith Oei (Biola)

Salah seorang personil wanita di grup orkestra JSO, Sarah, telah bermain Biola sejak usia 4 tahun. Tak hanya Biola, gadis cantik berusia 16 tahun ini juga memiliki keterampilan bermain Piano. Namun dirinya merasa lebih enjoy bermain Biola.

Sarah yang baru pertama kali datang ke Makassar terkesan dengan antusias warga Makassar yang datang langsung menonton pertunjukan konser JSO di MYKO. “Respon warga Makassar untuk musik orkestra cukup baik, meskipun ada beberapa audiens yang pulang sebelum acara selesai,” ucapnya. Selain mahir memainkan Biola, pemilik nama lengkap Sarah Faith Oei ini juga tak segan berbagi tips dalam memainkan alat musik Biola. Untuk bermain Biola, kata Sarah, butuh skill yang mumpuni agar bisa dipilih oleh orkestra profesional. “Mainnya tidak boleh pitchy, lebih bagus lagi kalau musikalitasnya tinggi,” ungkap, ditemui usai pertunjukan JSO di MYKO Hotel.

2. Antonius WA Swastedi (Timpani)

Timpani merupakan alat musik yang berukuran paling besar dalam sebuah orkestra. Alat musik ini masih tergolong jenis Perkusi. Dalam konser JSO di MYKO, alat musik Timpani dipercayakan kepada Antonius WA Swastedi. Antonius sendiri sudah mulai aktif di orkestra sejak tahun 1998. Timpani kata Antonius adalah alat musik pukul yang bernada dalam sebuah lagu. “Timpani juga amat fleksibel, jadi bisa mengubah nada sesuai kebutuhan lagu. Maka dari itu, seorang pemain Timpani harus memiliki respon cepat terhadap nada-nada-musik,” ujarnya.

Lewat pertunjukan langsung orkestra JSO, Antonius berharap masyarakat bisa lebih jauh memahami perihal musik klasik, baik peraturan audiens orkestra maupun alat-alat musik yang dimainkan dalam sebuah pertunjukan orkestra.

3. Ari Moeladi (Contra Bass)

Fungsi alat musik Contra Bass pada umumnya lebih menunjang pondasi musik orkestra. Contra Bass juga bisa dimainkan sebagai instrument melodis, baik berdiri sendiri maupun dipadukan dengan Piano. Hal itu diungkapkan pemain Contra Bass JSO, Ari Moeladi. Pria yang sudah bermain Contra Bas selama 38 tahun ini mulai belajar memainkan alat musik tersebut sejak usia 20-an tahun. Sejak tahun 1981, Ari Moeladi telah bergelut secara profesional dalam musik orkestra. Dirinya juga cukup terkesan dengan animo warga Makassar untuk menyaksikan pertunjukan musik orkestra di MYKO. “Dari antusias warga Makassar its ok, lumayan bagus animonya,” ujarnya. Para personil Jakarta Simfonia Orchestra pada malam pertunjukan di MYKO membawakan 5 instrumentalia musik klasik diantaranya, The Spring Voice, Cavelleria Rusticana Intermezzo, William Tell Overture (Rossini), Egmont Overture (Beethoven), Light Cavalry Overture (Franz), dan Finlandia (Jean Sibellius).

 

 

Sumber Artikel : https://makassar.terkini.id/usai-tampil-di-myko-3-personil-jso-ini-bagikan-tips-bermain-musik-orkestra/

 

Leave a response